Sabtu, 22 Agustus 2009

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan

Bahan Materi SMA Kela XII smt 1

Pengertian Pembangunan
Pembangunan adalah usaha bangsa untuk meningkatkan mutu dan taraf hidup masyarakat sehingga menjadi lebih baik. Peningkatan mutu ini tidak terbatas hanya pada sektor ekonomi saja, tetapi juga seluruh aspek kehidupan manusia. Di dalamnya tercakup tiga proses sekaligus, yaitu emansipasi bangsa, modernisasi, dan humanisasi (Poespowardojo, 1989:47)

Emansipasi bangsa, artinya usaha bangsa untuk melepaskan diri dari ketergantungan pada bangsa lain agar dapat berdiri sendiri dengan kekuatan sendiri tanpa melaskan semangat kerja sama yang produktif. Dalam emansipasi itu, bangsa Indonesia mempunyai kesadaran, kebebasan, serta otonomi dalam mengambil keputusan dan pilihan berdasarkan kepentingan nasional. Sementara itu, modernisasi adalah upaya untuk mencapai taraf dan mutu kehidupan yang lebih baik. Hal itu menunjukkan orientasi ke depan dan dinamika dalam negadakan program-program. Sedangkan humanisasi bermakna bahwa pembangunan pada hakikatnya adalah untuk manusia seutuhnya dan seluruh masyarakat Indonesia. Teknologi yang digunakan tidak lain hanyalah sarana pembangunan untuk mencapai masyarakat maju yang manusiawi.

Singkatnya, dalam pembangunan ada upaya-upaya simultan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan pemerataan pendapatan, meningkatkan kualitas kehidupan, memelihara kelestarian lingkungan, mewujudkan keadilan sosial, dan menjaga kesinambungan hasil-hasil pembangunan yang sudah dicapai.

Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan
Paradigma adalah anggapan-anggapan dasar yang membentuk kerangka keyakinan. Ia berfungsi sebagai acuan, kiblat atau pedoman untuk melihat persoalan dan bagaimana menyelesaikannya. Dengan demikian, paradigma pembangunan bisa dipahami sebagai kerangka keyakinan yang digunakan sebagai pedoman untuk melihat persoalan dan bagaimana melaksanakannya pembangunan.

Pancasila merupakan paradigma pembangunan. Artinya, Pancasila berisi anggapan-anggapan dasar yang merupakan kerangka keyakinan, Kerangka keyakinan tersebut berfungsi sebagai acuan, kiblat dan pedoman dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan di Indonesia.

Posisi Pancasila sebagai paradigma pembangunan membawa konsekuensi tertentu; yaitu keberhasilan pembangunan di Indonesia pertama-tama harus diukur dari kesesuaiannya dengan Pancasila. Itu berarti, pembanguan di Indonesia tidak boleh bersifat pragmatis, dalam arti hanya mementingkan tindakan nyata dan menafikan pertimbangan etis. Jug, tidak boleh bersifat ideologis, dalam arti secara mutlak melayani ideologi tertentu dan menafikan manusia nyata. Melainkan, pembangunan meski ditujukan untuk melayani manusia-manusia secara nyata dengan segala aspirasi dan harapan-harapannya.

Menghargai hak-hak asasi manusia berarti bahwa proses pembangunan tidak mengorbankan manusia, melainkan justru berusaha menghormati martabat manusia. Sedangkan tuntutan agar pembangunan tersebut dilaksanakan secara demokratis berarti melibatkan masyarakat yang menjadi tujuan pembangunan dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kebutuhan mereka.

Akhirnya, prioritas pada penciptaan taraf keadilan sosial berarti mengutamakan mereka yang paling lemah dan menghapuskan ketidakadilan struktural yang paling tampak nyata, yaitu kemiskinan struktural. kemiskinan struktural adalah memiskinan yang terjadi bukan semata-mata karena kemalasan individu, melainkan lebih karena adanya struktur-struktur sosial yang tidak adil.

Bahan Diskusi
Menurut pendapat kalian, apakah semala era reformasi ini Pancasila sudah sungguh-sungguh dijadikan sebagai sumber nilai dalam kehidupan berbangsa?
Apakah Pancasila sudah sungguh-sungguh dijadikan sebagai paradigma pembanguanan?
Kemukakan argumentasi yang kokoh disertai bukti yang kuat!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar